
Ada yang bilang memotret itu mudah. Tapi ada juga yang berpendapat, "Susah baget ya mau motret bagus...".
Semua tidak salah kok. Kami pun sebagai fotografer pernah menghadapi keduanya. Ada kalanya memotret terasa mudah dan menyenangkan. Foto-foto yang dihasilkan pun terasa indah bagi kami. Tetapi ketika memotret terasa berat dan sangat sulit, foto-foto yang muncul di kamera terasa sangat buruk dan tak jarang pula menimbulkan perasaan frustasi dan kesal.
Tapi kami meminjam istilah Toyota : "Practice Make Perfect". Latihan...latihan...dan latihan terus. Dengan latihan tentunya kemampuan dan sense kita untuk menghasilkan suatu foto pasti akan bertambah baik. Dulu ketika meilhat foto siluet, rasa kagum muncul karena kami menganggap proses membuatnya pasti susah nih untuk foto sebagus ini. Tapi seiring berjalannya waktu dan latihan yang kami jalani, akhirnya kami pun dapat membuat foto siluet yang tidak kalah indah.
Latihan yang paling mudah adalah dirumah kita. Cobalah untuk memotret apa yang ada dirumah kita minimal 10 frame per-hari. Cobalah berbagai angle dan berbagai ide yang ada di kepala Anda. Kalau terasa jelek, jangan dihapus foto itu. Simpan dan jadikan itu referensi kita. Ketika sudah terasa bosan memotret rumah Anda, jangan berhenti. Kami yakin pasti masih ada yang bisa dipotret. Rangsanglah imajinasi Anda untuk menemukan sesuatu yang baru dan berbeda.
Latihan ini tentunya mesti diselingi dengan hunting keluar rumah, dimana lebih banyak objek menunggu untuk diabadikan. Jangan ragu untuk menjepret! Ketika ada dorongan hati untuk menjepret rana, lakukanlah!
-Tim Apik-
04 Maret 2008
Practice Makes Perfect!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar